blank - Kantongi dana investasi dari Razer,  MOLPoints berubah nama menjadi zGold-MOLPoints - Gamedaim.com

Kantongi dana investasi dari Razer, MOLPoints berubah nama menjadi zGold-MOLPoints

MOL (MOL AccessPortal), perusahaan asal Malaysia baru-baru ini mendapatkan dana dari Razer, perusahaan pembuat produk hardware gaming ternama di dunia.

Min-Liang Tan, CEO Razer, dikabarkan telah membeli saham hingga 20% di perusahaan asal Malaysia tersebut melalui anak perusahaannya, ZV-Midas.

Investasi yang dilakukan Razer ini dilakukan setelah mereka mengumumkan kerjasama dengan 3 Group (Hong Kong) guna menjangkau komunitaas gaming, serta ekspansi mereka ke Asia Tenggara setelah mendapatkan pendanaan Seri C dari Horizons Ventures yang membuat nilai valuasi perusahaan ini melonjak hingga Rp19,8 trilliun rupiah.

Investasi ini dilakukan sebagai kesepakatan sekaligus bagian dari kemitraan mereka.

Nantinya, MOL akan menjadi distributor utama mata uang virtual perusahaan ternama ini, zGold yang telah diperkenalkan pada Maret 2017 lalu.

zGold sendiri merupakan bagian dari produk dompet digital milik Razer, zVault yang ditujukan pada pasar video game guna membeli in-app item dengan cara melakukan top-up menggunakan PayPal, Credit Card, serta metode payment lainnya.

Min Liang Tan - Kantongi dana investasi dari Razer,  MOLPoints berubah nama menjadi zGold-MOLPoints - Gamedaim.com
Min-Liang tan, CEO Razer | Credits: Wikipedia

Dengan adanya kesepakatan kerjasama ini, dimana MOL akan menjadi distributor utama mata uang virtual zGold, nantinya MOLPoints akan berubah nama menjadi zGold-MOLPoints yang akan didistribusikan serta dipasarkan di Asia Tenggara meliputi Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan tentu saja yaitu Indonesia.

Bukan hanya menyasar pasar Asia Tenggara, zGold-MOLPoints juga akan dipasarkan di negara Australia dan Selandia Baru.

JANGAN LEWATKAN
10 Rekomendasi Keyboard Gaming Terbaik 2018 dengan Daya Tahan Luar Biasa!

Sepertinya, Min-Liang Tan memang makin gencar menumbuhkan bisnis perusahaan miliknya dengan memasuki pasar-pasar lain. Menurut-mu, apakah Razer memang seharusnya tetap membuat produk perangkat keras gaming atau harus melakukan hal seperti yang telah disebutkan ?

 

Tinggalkan Balasan